Tampilkan postingan dengan label Kayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kayu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2015

Daftar Jenis Kayu Komersial Di Indonesia

Daftar kayu komersial

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya dengan hasil sumber daya alam, baik di darat maupun air. Salah satu sumber daya alam dari hutan yang banyak memberi kehidupan bagi penduduk Indonesia adalah kayu. Berbagai jenis macam kayu yang tumbuh di Indonesia. Ada yang memiliki nilai jual (komersial) dan ada juga kayu yang tidak memiliki nila jual (non komersial). Untuk kayu komersial di Indonesia sangat banyak macamnya, bahkan ada yang memilikinilai jual sangat tinggi di pasaran domesitik maupun internasional. Berikut daftar jenis kayu komersial di Indonesia:

1. agathis 45. Kecapi 89. Pelawan
2. Akasia 46. Kedemba 90. Perepat darat
3. Ampupu 47. Kelapa 91. Perepat laut
4. Bakau 48. Kemenyan 92. Perupuk
5. Balau 49. Kemiri 93. Petaling
6. Balsa 50. Kempas 94. Petanang
7. Bangkirai 51. Kenanga 95. Pilang
8. Bawang 52. Kenari 96. Pimping
9. Bayur 53. Keranji 97. Pinang
10. Bedaru 54. Keruing 98. Pinus
11. Balangeran 55. Ketapang 99. Pulai
12. Benuang 56. Kolaka 100. Punak
13. Benuang laki 57. Kuku 101. Puspa
14. Berumbung 58. Kulim 102. Putat
15. Bintangur 59. Kupang 103. Ramin
16. Bongin 60. Laban 104. Rengas
17. Bugis 61. Lara 105. Rengas burung
18. Bungur 62. Lasi 106. Resak
19. Cemara 63. Leda 107. Salimuli
20. Cempaga 64. Mahang 108. Sampang
21. Cempaka 65. Mahoni 109. Saninten
22. Cendana 66. Malas 110. Sawo
23. Cengal 67. Matoa 111. Sendok-sendok
24. Dahu 68. Medang 112. Sengon
25. Damar laut 69. Melur 113. Simpur
26. Dungun 70. Membacang 114. Sindur
27. Durian 71. Mendarahan 115. Sonokeling
28. Eboni 72. Menjalin 116. Sonokembang
29. Gadog 73. Mensira gunung 117. Sungkai
30. Gelam 74. Mentibu 118. Surian
31. Gerunggang 75. Merambung 119. Tanjung
32. Gia 76. Meranti Merah 120. Tembesu
33. Giam 77. Meranti Kuning 121. Tempinis
34. Gisok 78. Meranti Putih 122. Tepis
35. Gofasa 79. Merawan 123. Teraling
36. Jabon 80. Merbau 124. Terap
37. Jangkang 81. Merpayang 125. Terentang
38. Jati 82. Mersawa 126. Tingi
39. Jelutung 83. Mindi 127. Trembesi
40. Jeungjing 84. Nyatoh 128. Tualang
41. Johar 85. Nyirih 129. Tusam
42. Kamper 86. Palapi 130. Ulin
43. Kapuk hutan 87. Pasang 131. Weru
44. Kapur 88. Patin

Cara Menghitung Kubikasi (Volume) Kayu Gelondong


cara menghitung kubikasi kayu gelondong
Bagi yang berkecimpung di dunia perkayuan akan sangat penting untuk mengetahui cara menghitung kubikasi kayu gelondong. Kubikasi kayu adalah nilai besaran volume yang ada pada kayu, nilai satuan yang digunakan untuk menghitung volume kayu menggunakan satuan meter kubik (M3). Dengan menetahui kubikasi kayu gelondong, kita pun menjadi bisa menaksir atau memperkirakan harga kayu tersebut.

Rumus yang digunakan untuk menghitung kubikasi log kayu gelondong berbeda dengan rumus yang digunakan untuk menghitung kayu gergajian (papan). Hal ini dikarenakan bentuk fisik yang berbeda, sehingga baik kayu gelondong maupun kayu gergajian (kayu yang sudah berbentuk papan) memiliki rumus tersendiri untuk menghitung atau cara mengetahui kubikasi nya.

Cara Untuk Menghitung Kubikasi Kayu Log (Gelondong)

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai kubikasi (volume) nya adalah (P x D x D x 0,7854) : 1.000.000 = Volume Kubikasi
Keterangan :
P = Panjang kayu dalam satuan Cm
D = Diameter kayu dalam satuan Cm

Contoh :
Jika kita memiliki kayu gelondong dengan diameter 25 Cm dan panjang kayu 2 meter, dengan menggunakan rumus diatas maka kubikasi kayu tersebut adalah (200 x 25 x 25 x 0,7854) : 1.000.000  = 0,098175

Untuk mempermudah menghitung volume kubikasi kayu log (gelondong), Anda bisa menggunakan tabel berikut ini sebagai acuan :cara menghitung kubikasi kayu log gelondong

Catatan:
Cara (rumus) menghitung nilai kubikasi kayu log (gelondong) diatas tidak hanya untuk kayu-kayu tertentu, tapi  bisa digunakan untuk semua jenis kayu, baik itu kayu jati, mahoni, sonokeling, sengon dll.

Konversi Kayu Log Terhadap Kayu Gergajian

Konversi kayu gelondong menjadi gergajian / papan

Untuk mengetahui berapa m3 hasil volume yang bisa kita dapatkan dari sebuah kayu log gelondong, maka kita harus menghitung sejak awal. Ada beberapa faktor yang berpenagruh pada berapa persen hasil gergajian dari sebuah kayu log.

Sebelum menghitung konversi kayu log terhadap kayu gergajian, langkah awal yang harus dialkukan adalah mengetahui berapa kubikasi kayu log yang di gergaji. Baca: cara menghitung volume kubikasi kayu log gelondong.

Diameter untuk menghitung nilai kubikasi sebuah kayu gelondong merupakan tahap awal untuk mengetahui persentase volume dari kayu gelondong menjadi kayu gergajian. Selain diameter atau nilai kubikasi kayu log, penampang kayu log itu sendiri sangat berpengaruh pada konversi (persentase) kayu gergajian. Dan selain itu, cara penggergajian juga berpengaruh pada nilai persentase volume hasil gergajian.

Jenis kayu dan bentuk kayu itu sendiri pun bisa memberi pengaruh pada persentase kayu hasil gergajian. Dari beberapa faktor tersebut, maka jelas tidak ada angka persentase yang pasti untuk nilai volume konversi kayu log terhadap kayu gergajian.

Namun masih bisa diaambil persentase rata-rata konversi kayu log untuk semua jenis kayu. Biasanya persentase volume kayu gergajian yang didapat dari sebuah kayu gelondong berada pada kisaran angka 30% – 70%. Semua tergantung pada beberapa faktor yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Adapun rumus untuk menghitung persentase konversi kayu log terhadap kayu gergajian adalah:

Volume kayu log : volume hasil gergajian = persentasi konversi kayu log ke gergejaian. Jadi, seumpama kayu yang di gergaji memiliki diameter 20 cm dan panjang 250 cm maka volume nya adalah 0,0785 m3. Dan dari hasil gergajian mendapatkan beberapa lembar papan yang di total menjadi 0,1840 m3 maka persentase konversi kayu log kita tersebut adalah 0,0785 : 0,1840 = 0,4266 = 42,5%.

Dari hitungan diatas, awal 100% kayu log hanya menjadi 42,5% kayu gergajian. Tapi kembali lagi, diameter, penampang, bentuk dan juga jenis kayu akan membuat persentase konversi kayu log menjadi gergajian berbeda-beda. Di tambah lagi faktor metode penggergajian yang bisa menghasilkan jumlah rendemen (atau apapun istilah lainnya) juga ikut berbeda.