Tampilkan postingan dengan label Gelondong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gelondong. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Maret 2015

Cara Menghitung Kubikasi (Volume) Kayu Gelondong


cara menghitung kubikasi kayu gelondong
Bagi yang berkecimpung di dunia perkayuan akan sangat penting untuk mengetahui cara menghitung kubikasi kayu gelondong. Kubikasi kayu adalah nilai besaran volume yang ada pada kayu, nilai satuan yang digunakan untuk menghitung volume kayu menggunakan satuan meter kubik (M3). Dengan menetahui kubikasi kayu gelondong, kita pun menjadi bisa menaksir atau memperkirakan harga kayu tersebut.

Rumus yang digunakan untuk menghitung kubikasi log kayu gelondong berbeda dengan rumus yang digunakan untuk menghitung kayu gergajian (papan). Hal ini dikarenakan bentuk fisik yang berbeda, sehingga baik kayu gelondong maupun kayu gergajian (kayu yang sudah berbentuk papan) memiliki rumus tersendiri untuk menghitung atau cara mengetahui kubikasi nya.

Cara Untuk Menghitung Kubikasi Kayu Log (Gelondong)

Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai kubikasi (volume) nya adalah (P x D x D x 0,7854) : 1.000.000 = Volume Kubikasi
Keterangan :
P = Panjang kayu dalam satuan Cm
D = Diameter kayu dalam satuan Cm

Contoh :
Jika kita memiliki kayu gelondong dengan diameter 25 Cm dan panjang kayu 2 meter, dengan menggunakan rumus diatas maka kubikasi kayu tersebut adalah (200 x 25 x 25 x 0,7854) : 1.000.000  = 0,098175

Untuk mempermudah menghitung volume kubikasi kayu log (gelondong), Anda bisa menggunakan tabel berikut ini sebagai acuan :cara menghitung kubikasi kayu log gelondong

Catatan:
Cara (rumus) menghitung nilai kubikasi kayu log (gelondong) diatas tidak hanya untuk kayu-kayu tertentu, tapi  bisa digunakan untuk semua jenis kayu, baik itu kayu jati, mahoni, sonokeling, sengon dll.

Konversi Kayu Log Terhadap Kayu Gergajian

Konversi kayu gelondong menjadi gergajian / papan

Untuk mengetahui berapa m3 hasil volume yang bisa kita dapatkan dari sebuah kayu log gelondong, maka kita harus menghitung sejak awal. Ada beberapa faktor yang berpenagruh pada berapa persen hasil gergajian dari sebuah kayu log.

Sebelum menghitung konversi kayu log terhadap kayu gergajian, langkah awal yang harus dialkukan adalah mengetahui berapa kubikasi kayu log yang di gergaji. Baca: cara menghitung volume kubikasi kayu log gelondong.

Diameter untuk menghitung nilai kubikasi sebuah kayu gelondong merupakan tahap awal untuk mengetahui persentase volume dari kayu gelondong menjadi kayu gergajian. Selain diameter atau nilai kubikasi kayu log, penampang kayu log itu sendiri sangat berpengaruh pada konversi (persentase) kayu gergajian. Dan selain itu, cara penggergajian juga berpengaruh pada nilai persentase volume hasil gergajian.

Jenis kayu dan bentuk kayu itu sendiri pun bisa memberi pengaruh pada persentase kayu hasil gergajian. Dari beberapa faktor tersebut, maka jelas tidak ada angka persentase yang pasti untuk nilai volume konversi kayu log terhadap kayu gergajian.

Namun masih bisa diaambil persentase rata-rata konversi kayu log untuk semua jenis kayu. Biasanya persentase volume kayu gergajian yang didapat dari sebuah kayu gelondong berada pada kisaran angka 30% – 70%. Semua tergantung pada beberapa faktor yang sudah dipaparkan sebelumnya.

Adapun rumus untuk menghitung persentase konversi kayu log terhadap kayu gergajian adalah:

Volume kayu log : volume hasil gergajian = persentasi konversi kayu log ke gergejaian. Jadi, seumpama kayu yang di gergaji memiliki diameter 20 cm dan panjang 250 cm maka volume nya adalah 0,0785 m3. Dan dari hasil gergajian mendapatkan beberapa lembar papan yang di total menjadi 0,1840 m3 maka persentase konversi kayu log kita tersebut adalah 0,0785 : 0,1840 = 0,4266 = 42,5%.

Dari hitungan diatas, awal 100% kayu log hanya menjadi 42,5% kayu gergajian. Tapi kembali lagi, diameter, penampang, bentuk dan juga jenis kayu akan membuat persentase konversi kayu log menjadi gergajian berbeda-beda. Di tambah lagi faktor metode penggergajian yang bisa menghasilkan jumlah rendemen (atau apapun istilah lainnya) juga ikut berbeda.