Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

Naskah (Teks) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (Asli dan Peubahan)

Logo HUT RI ke 68
 Dusunblog - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 68, kali ini Dusunblog ingin mengingat kembali bagian dari sejarah hari Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17-08-1945. Salah satu bagian penting dari sejarah kemerdekaan yakni naskah Proklamasi kemredekaan RI itu sendiri.

Mengingat sedikit sejarah tentang hari kemerdekaan sebagai bagian dari rasa cinta pada Tanah Air. Selain itu, bagi yang biasa mengikuti upacara peringatan Proklamasi ataupun bagi kawan sedusun yang biasa cuap-cuap di radio dan mejeng di depan kamera tv, tidak jarang di sodori pertanyaan mengenai Proklamasi. Baik itu disuruh menyanyikan lagu Proklamasi, menghapal teks Proklamasi dan lain sebagainya. Barangkali saja tulisan ini berguna, bukan cuma bagi mereka yang eksis di media elektronik, mungkin juga untuk bekal pengetahuan pribadi. 

foto Presiden Soekarno membacar teks proklamasi
Foto: Wikipedia
Sebagai pengingat atau bahkan bisa jadi ada yang belum tahu kalau naskah (teks) Proklamasi Kemerekaan Republik Indonesia itu ada dua. Yang pertama adalah naskah Proklamasi Klad - naskah ini merupakan tulisan asli dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, dan teks ini merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo.

Naskah (Teks) Proklamasi Kemerdekaan Klad Tulisan Asli Presiden Soekarno

teks Proklamasi kemerdekaan RI yang asli
Naskah Proklamasi Klad yang ditempatkan di Monas (Wikipedia)
Isi naskah Proklamasi Klad:

Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, 17 - 8 - '05      
Wakil2 bangsa Indonesia.

Naskah (Teks) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Hasil Perubahan


Teks proklamasi kemerdekaan RI yang sudah diperbaharui
Naskah Proklamasi hasil perubahan yang ditempatkan di Monas (Wikipedia)
Yang kedua yakni teks Proklamsi Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah mengalami prubahan, dan disebut juga dengan naskah "Proklamasi Otentik", ini merupakan hasil ketikan  Mohamad Ibnu Sayuti Melik. Isi naskah (teks) Proklamasi hasil perubahan:

P R O K L A M A S I
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.            
Soekarno/Hatta.                               

Sedikit penjelasan tentang tahun yang tercantum dalam kedua naskah Proklamasi Kemerdekaan RI tersebut, disitu tertulis tahoen (tahun) '05 yang berarti tahun 2605. Karena pada masa tersebut (zaman pemerintah pendudukan militer Jepang), penanggalan yang digunakan adalah sesuai dengan penanggalan yang berlaku di Jepang.

Sumber: Wikipedia

Rabu, 19 Desember 2012

Hari Ibu Indonesia

ucapan Hari Ibu

Bulan Desember menjadi salah satu bulan yang istimewa bagi seorang ibu. Pada bulan Desember, tepatnya di tanggal 22 Desember di peringati sebagai Hari Ibu di Indonesia.

Tiap negara punya waktu yang berbeda untuk memperingati Hari Ibu. Seperti di Amerika dan lebih di 75 negara lainnya, Hari Ibu atau dalam bahasa Inggrisbya "Mother's Day di peringati setiap pekan kedua di bulan Mei. Sedangkan untkuk internasional, Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) di rayakan setiap tanggal 8 Maret.

Sejarah Hari Ibu

Di Indonesia, sejarah Hari Ibu di mulai sejak Kongres Perempuan Indonesia, yaitu bertemunya para pejuang wanita Indonesia pada tanggal 22-25 Desember 1928 di gedung Dalem Jayadipuran, Yogyakarta. Gedung ini sekarang dijadikan sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional yang beralamat di JL Brigjen Katamso.

Kongres di hadiri oleh 30 perwakilan organisasi perempuan dari 12 kota. Salah satu hasil kongres yaitu membentuk kongres wanita yang kini di kenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912 dengan diilhami para pejuan wanita, seperti Cut Nyak Dien, RA Kartini, Dewi Sartika dan lain-lain.

Persitiwa kongres itu di anggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan wanita di Indonesia. Para pemimpin organisasi perempuan yang mewakili berbagai daerah Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan menyatukan semangat menuju perjuangan untuk kemerdekaan Republik Indonesia dan juga perbaikan nasib kaum hawa.

Tentang Hari Ibu

Keputusan Tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu di tetapkan pada Kongres Perempuan Indonesia III tahun 1938. Dan pada tahun 1959 Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presien No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember di peringati sebagai hari Ibu dan di rayakan secara nasional sampai saat ini.

Tujuan memperingati Hari Ibu asal mulanya lebih kepada mengenang semangat dan perjuangan perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa Indonesia. Dan dari situ pula bisa dilihat semangat kaum wanita dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan berkerja sama.

Salah satu persitiwa penting bagi wanita Indonesia adalah saat pertama kali wanita menjadi menteri. Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo atau dahulunya di kenal dengan nama Maria Ulfah Santoso, wanita kelahiran Serang, Banten 18 Agustus 1911 ini menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia tahun 1946-1947.

Kini di Indonesia Hari Ibu di peringati untuk mengungkapkan kasih sayang dan rasa terima kasih terhadap perjuangan seorang ibu. Berbagai cara untuk memperingati perayaan ini, seperti ucapan selamat Hari Ibu, membacakan Puisi Hari Ibu, memberikan kado, kejutan dan lain sebagainya.

Meskipun saat artikel ini ditulis (19/12) masih beberapa hari lagi sebelum perayaan Hari Ibu (22/12), namun saya juga tidak ingin ketingalan untuk memberi ucapan selamat.

Kalau ada yang bisa mengerti aku, itulah dirimu
Kalau ada yang bisa tahu apa yang aku rasa, itupun juga dirimu
Namun kadang aku lupa..
Kadang aku terlena..
Berharap dan meminta melebihi apa yang kau mampu
Di hari yang spesial ini..
Izinkan ku memohon ma'af..
Atas segala kekurangan dan kebodohanku
Meskipun aku tahu
Kau tak pernah berharap kata maaf dariku
Kau tak pernah minta balasan atas segala kebaikan yang kau beri
Aku berharap bisa memberi yang terbaik untukmu
Walaupun aku yakin itu tidak akan bisa melunasi segala kebaikanmu.
Ibu.. wejanganmu tetap ku nanti
Dan do'a mu kuharapkan terus mengiringi setiap langkahku..

Description: Sejarah dan tentang peringatan Har Ibu di Indonesia Rating: 5

Minggu, 20 Mei 2012

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

__________________________________________________________________
awal mula hari kebangkitan nasional
Monumen Kebangkitan Nasional - Solo (wiki)
 Tanggal 20 Mei, kita di Indonesia memperingati hari kebangkitan Nasional. Dan apa kawan sedusun sudah tahu, apa yang diperingati di hari Kebangkitan  Nasional ini?

Cuma sekedar mengingatkan, Hari Kebangkitan Nasional di peringati untuk mengenang saat-saat bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan Nasionalisme serta kesadaran memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak muncul (sulit) di masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Kebangkitan Nasional ini di awali dengan dua persitiwa bersejarah, yaitu berdirnya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan Sumpah Pemuda (28 ktober 1928).

Adapun tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional itu antara lain :

  1. Sutomo
  2. Ir. Soekarno
  3. Dr. Tjipto Mangunkusomo
  4. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (sejak tahun 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara)
  5. Dr. Douwes Dekker
  6. DLL
Pada tahun 1912, partai politik pertama berdiri, yaitu partai "Indesche Partij". Pada tahun 1912 ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta), dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jia Bersama "Boemi Poetra" (Magelang).

Kebangkitan pergerakan Nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, melainkan mulai dari berdirinya Sarekat Dagang Islam tahn 1905 di pasar Laweyan (Solo).Sarekat ini didirikan dengan tujuan menyaingi dominasi pedagang Cina saat itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan, dan pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis "Als ik eens Nederlander was" (Seandainya aku orang Belanda), pada tanggal 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda (Sebelum menjadi Indonesia)  merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda.

Dan karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Soewardi Soerjaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tapi karena "boleh memilih", keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Soewardi justru belajar ilmu pendidikan dan Dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda.

Dan pada perkembangan selanjutnya, tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Sumber : Wikipedia